Kebiasaan Berkendara yang Bisa Membebani Aki Mobil
Keberadaan aki cukup penting bagi mobil karena menjadi sumber kelistrikan sehingga perlu dijaga. Jika tidak, maka aki mobil akan cepat soak dan mengganggu perangkat elektronik. Bahkan, kendaraan bisa sulit untuk dinyalakan.
Salah satu cara penting untuk merawatnya adalah menghindari berbagai kebiasaan yang bisa membebaninya. Simak ulasan di bawah ini untuk mengetahui kebiasaan-kebiasaan tersebut.
Kebiasaan yang Berakibat Buruk bagi Aki Mobil
Seperti komponen mobil pada umumnya, kondisi aki perlu dijaga. Dengan demikian, sistem kelistrikan mobil akan berfungsi sebagaimana mestinya. Tidak hanya itu, sejumlah risiko, seperti konsleting pada komponen listrik, juga bisa diminimalkan.
Cara menjaganya bisa dimulai dengan menghindari sejumlah kebiasaan di bawah ini:
-
Jarang Menggunakan Mobil
Banyak orang berpikir bahwa pengeluaran bisa ditekan bila mobil jarang digunakan. Padahal, hal ini tidak sepenuhnya benar. Bila mobil diparkir terlalu lama hingga berminggu-minggu, daya aki akan menurun secara alami hingga membuatnya soak.
Maka dari itu, mobil perlu sesekali digunakan. Jika tidak sempat, setidaknya panaskan kendaraan tersebut satu hingga dua kali dalam seminggu maksimal selama 10 menit. Selain bisa mengisi daya aki, hal ini juga akan menjaga sirkulasi oli.
-
Terlalu Sering Berkendara Jarak Pendek
Ternyata, mobil yang digunakan untuk jarak pendek terlalu sering juga membuat performa aki menurun. Hal ini disebabkan alternator membutuhkan waktu agar daya aki terisi secara penuh, yakni sekitar 15 sampai 30 menit.
Jika berkendara terlalu singkat, alternator juga akan menyala dalam waktu yang singkat pula. Alhasil, aki akan selalu terisi setengah sehingga selnya akan cepat rusak. Oleh sebab itu, usahakan untuk mengendarai mobil dengan jarak cukup panjang.
-
Menyalakan Perangkat Elektronik saat Mesin Mati
Alternator yang mengisi daya aki hanya bekerja saat mesin dinyalakan. Jika perangkat elektronik digunakan saat mesin mati, maka daya aki akan tersedot tanpa adanya proses pengisian ulang.
Dalam jangka waktu lama, aki mobil akan cepat tekor dan rusak. Itulah mengapa, hindari menyalakan perangkat elektronik saat mesin mati. Usahakan untuk tidak menyalakannya terlalu lama dalam kondisi tersebut bila terpaksa.
-
Menambah Aksesoris Listrik Terlalu Banyak
Saat ini, ada banyak aksesoris mobil yang bisa dibeli di pasaran. Sebagian aksesoris tersebut membutuhkan listrik dari aki agar bisa menyala. Misalnya adalah lampu LED dan sistem audio.
Memasang aksesoris terlalu banyak akan membebani kapasitas aki dan alternator. Alhasil, dayanya terkuras lebih cepat. Hal ini tentu akan membuat aki lebih mudah tekor. Maka dari itu, pasanglah aksesoris secukupnya saja.
-
Membiarkan Lampu Menyala
Lampu depan atau kabin memang sering digunakan sebagai penerang utama. Namun terkadang, lampu tersebut lupa dimatikan setelah berkendara. Bahkan, ada juga yang membiarkannya semalaman.
Hal ini bisa menguras daya aki hingga habis. Terlebih lagi, alternator sebagai pengisi daya tidak menyala. Maka dari itu, pastikan semua perangkat kelistrikan sudah mati setelah selesai berkendara.
-
Lupa Mengecek Cairan Aki
Volume air elektrolit pada aki basah yang dibiarkan di bawah batas minimal akan merusak sel-selnya. Selain itu, korosi pada kutub juga bisa menghambat aliran listrik. Maka dari itu, kondisi komponen ini perlu dicek secara berkala untuk mencegahnya.
Berbagai kebiasaan di atas perlu dihindari mulai dari sekarang untuk menjaga kondisi aki mobil. Selain itu, Anda juga bisa mengeceknya secara berkala di bengkel profesional untuk menjaga kondisinya. Klik di sini untuk melakukannya.