Rute Menuju Bromo via Probolinggo: Apa Saja yang Perlu Disiapkan?

icon 19 October 2026
icon Admin

Di antrian akhir pekan, jangan menahan mobil di tanjakan dengan gas atau setengah kopling. Beri jarak ke kendaraan di depan agar mobil punya ruang merayap tanpa berhenti total. Kalau tercium bau sangit rem atau kopling, menepilah di tempat datar dan biarkan angin mendinginkan roda perlahan. Jangan menyiram cakram dengan air.

Fase 3: Turun Area Pegunungan

Turunan dari Cemoro Lawang menuju Sukapura adalah ujian rem. Menginjak pedal terus-menerus memanaskan kampas dan piringan. Kalau minyak rem mendidih, pedal bisa terasa amblas. Turunkan gigi supaya mesin ikut menahan, dan gunakan rem sesekali dengan tegas.

Mitos dan Fakta Tambahan Seputar Perjalanan Menanjak ke Pegunungan

1. Mitos: Mobil Transmisi Otomatis Tidak Mampu Menaklukkan Jalur Curam

Mobil matik sering dianggap tidak bertenaga di tanjakan karena banyak pengemudi malas memindahkan tuas dari posisi D. Saat tuas dibiarkan di posisi D, sensor mobil akan membaca penurunan beban saat kecepatan stabil lalu memindahkan gigi ke rasio lebih tinggi.

Mobil langsung kehilangan dorongan torsi saat gigi berpindah terlalu dini di tengah tanjakan terjal. Pengemudi perlu memindahkan transmisi ke pilihan gigi rendah seperti L, 1, atau 2, atau mengaktifkan mode manual.

Penahanan pada gigi rendah membuat putaran mesin tertahan di putaran tenaga yang pas. Roda mobil mendapat dorongan konstan tanpa membuat kampas kopling transmisi otomatis selip berlebih. Oli transmisi pun tidak lekas mendidih.

2. Mitos: Mengendalikan Laju di Turunan Panjang Cukup Mengandalkan Rem Kaki